Thursday, March 17, 2011

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

BAB I
PENDAHULUAN

Sebagai suatu disiplin ilmu, penyuluhan pembangunan tidak akan pernah berdiri sendiri. Oleh karena itu, ilmu penyuluhan pembangunan sering dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat interdisiplin. Dengan demikian prektek penyuluhan pembangunan di lapangan jelas sekali menuntut pendekatan interdisiplin. Karena penyuluhan pembangunan selalu menitik beratkan pada perbaikan kualitas kehidupan manusia, lahir dan batin, maka kegiatan yang dilakukan pun selalu erat kaitannya dengan ilmu-ilmu lain seperti ekonomi, pertanian, kesehatan dan ilmu-ilmu kesejahteraan sosial lainnya.
Perubahan paradigma pembangunan ke arah desentralisasi, peningkatan daya saing, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, membawa konsekuensi terhadap paradigma penyuluhan. Memasuki era otonomi daerah, terjadi perubahan kelembagaan penyuluhan dan peran penyuluh. Di sisi lain, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam beberapa dekade ini telah berpengaruh terhadap perubahan perilaku masyarakat. Meningkatnya aksesibilitas kawasan masyarakat atas informasi yang ada juga sangat mendukung percepatan perubahan perilaku tersebut.

Sebagai contoh pembangunan pertanian yang melibatkan berjuta-juta petani, tidak mungkin berhasil bila hanya mengandalkan ilmu pertanian dalam arti monodisiplin. Pembangunan pertanian di Indonesia pun dapat berhasil karena sejak semula menggunakan pendekatan interdisiplin ilmu pertanian, ekonomi, sosiologi, dan komunikasi yang di rangkum oleh ilmu penyuluhan pembangunan. Ilmu penyuluhan pembangunan dapat digunakan sebagai alat rekayasa pembangunan sosial sehingga berkemampuan untuk membentuk pola perilaku tertentu masyarakat, dalam jangka waktu tertentu, sebagai syarat untuk memperbaiki kualitas kehidupan rakyat.

BAB II
Sistem Penyuluhan Pembangunan

A. Makna dan Pengertian Sistem Penyuluhan Pembangunan.

1) Makna dan Pengertian Sistem.
Kata Sistem awalnya berasal dari bahasa Yunani (sustēma) dan bahasa Latin (systēma). Berikut ini ada beberapa pengertian sistem yang diambil dari berbagai sumber .
a. Pengertian dan definisi sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks.
b. Kesatuan gagasan yang terorganisir dan saling terikat satu sama lain.
c. Kumpulan dari objek atau fenomena yang disatukan bersama untuk tujuan klasifikasi atau analisis.
d. Adanya suatu kondisi harmonis dan interaksi yang teratur.
Dalam definisi yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan objek/benda yang memiliki hubungan diantara mereka. Biar lebih jelas, mari kita lihat contoh berikut ini. Contoh konkret dari sebuah sistem diantaranya:
a) Organ tubuh manusia yang membentuk beragam sistem. Sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem eksresi, sistem saraf, sistem kerangka.
b) Komponen elektronik komputer yang membentuk sistem komunikasi, sistem perangkat lunak, sistem perangkat keras, sistem jaringan.
c) Rakyat Indonesia yang membentuk beragam sistem di Negara kita. Sistem pemerintahan, sistem keamanan, sistem hukum, sistem kebudayaan.
2) Makna dan Pengertian Penyuluh
Dalam bahasa Inggris, istilah penyuluhan menggunakan istilah “extention”. Penggunaan istilah ini berawal dari “university extension” atau “extension of the university” yang merupakan kegiatan staf pengajar dari universitas untuk menyebarkan informasi dan ilmu pengetahuan tentang pertanian kepada masyarakat non-universitas (Leeuwis, 2004:22).
Menurut Van Den Ban, A.W. dan H.S Hawkins (1999), istilah penyuluhan pertama kali digagas oleh James Stuart dari Trinity College (Canbridge) pada tahun 1967-68, sehingga kemudian Stuart dikenal sebagai Bapak Penyuluhan. Secara harfiah penyuluhan berasal dari kata suluh yang berarti obor ataupun alat untuk menerangi keadaan yang gelap. Dari asal perkataan tersebut dapat diartikan bahwa penyuluhan dimaksudkan untuk member penerangan ataupun penjelasan kepada mereka yang disukai, agar tidak lagi berada dalam kegelapan mengenai suatu masalah tertentu
Berbagai istilah digunakan pada berbagai Negara menggambarkan proses-proses belajar penyuluhan (extention), ada beberapa istilah penyuluhan yang banyak diartikan, seperti:

a) Belanda memberi istilah penyuluhan digunakan dengan kata voorlichthing. Dalam Bahasa Belanda voolichthing berarti memberikan penerangan. Penerangan itu dilakukan oleh para ahli pertanian dan pihak lain, termasuk penyuluh beserta organisasinya bagi seseorang yang tidak menemukan jalan. Istilah itu digunakan selama masa penjajahan,terutama di negara-negara yang menjadi jajahannya, termasuk Indonesia.
b) Malaysia memberikan istilah penyuluhan dengan kata perkembangan . Kata itu dipengaruhi oleh Bahasa Inggeris development. Perkembangan diartikan sebagai pemberian saran atau belatung dari seorang pakar kepada seseorang yang dianggap membutuhkan, tetapi saran itu bisa diterima bisa juga tidak, orang tersebutlah yang menentukan pilihan, tidak ada unsur pemaksaan.
c) Di Australia dikenal dengan kata Forderung, yang berarti yang menggiring seseorang kearah yang yang diinginkan.
d) Prancis menggunakan kata vulgarisation, yang menekankan pentingnya menyederhanakan pesan bagi orang awam.
e) Sedangkan Spanyol menggunakan kata capacitactio. Kata itu menunjukan adanya keinginan untuk meningkatkan kemampuan manusia, atau pelatihan.
Definisi tentang penyuluhan pembangunan dan penyuluhan Van Den Ban, A.W. dan H.S Hawkins (1999) mengartikan penyuluhan sebagai keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar.
f) Menurut Mardikanto, Totok (1993) penyuluhan pembangunan adalah proses penyebaran ide-ide baru kepada masyarakat dengan mengikutsertakan masyarakat itu sendiri melalui penambahan pengetahuan, keterampilan baru dan perubahan perilaku yang didapat karena ada kesadaran untuk mengubah diri pada kondisi yang lebih baik.
g) Menurut Margono Slamet, penyuluhan adalah suatu sistem pendidikan luar sekolah (pendidikan non formal) untuk petani dan keluarganya dengan tujuan agar mereka mampu dan sanggup memerankan dirinya sebagai warga negara yang baik sesuai dengan bidang profesinya, serta mampu dan sanggup berswadaya untuk memperbaiki atau meningkatkan kesejahteraannya sendiri dan masyarakat (Sudradjat dan Ida Yustina, 2003).
B. Sistem Penyuluhan Pembangunan
Menurut Kleinjans (dalam Rejeki dan Herawati, 1999) pembangunan bukanlah soal teknologi atau GNP, tetapi pencapaian pengetahuan dan ketrampilan baru, tumbuhnya suatu kesadaran baru, perluasan wawasan manusia, meningkatnya semangat kemanusiaan dan suntikan kepercayaan diri .
Development is a process through which the quality of life of the people is improved: spiritual and material terms: with/without ouxider’s assistance (Berlo) . jikalau diterjemahkan artinya mendekati sebagai berikut: pembangunan adalah proses untuk meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan sosial dan ekonomi, yang dilaksanakan oleh masyarakat sendiri dengan atau tanpa bantuan dari pihak luar. Proses peningkatan taraf hidup atau kesejahteraan sosial dan ekonomi tersebut diukur dari norma yang dianut oleh masyarakat setempat. Kalau pembangunan tersebut dilakukan oleh masyarakat sendiri, maka perlu adanya partisipasi. Tanpa partisipasi, maka pembangunan tidak akan berjalan .
Menurut Mardikanto (dalam Rejeki dan Herawati, 1999) penyuluhan pembangunan adalah proses penyebaran ide-ide baru kepada masyarakat dengan mengikutsertakan masyarakat itu sendiri melalui penambahan pengetahuan, keterampilan baru dan perubahan perilaku yang didapat karena ada kesadaran untuk mengubah diri pada kondisi yang lebih baik. Dari definisi tersebut di atas , penyuluhan pembangunan mencakup pengertian tentang:
1. Proses penyebaran ide-ide baru. Terkait dengan bagaimana ide-ide tersebut disampaikan, apakah secara langsung (tatap muka) ataukah menggunakan media dan ide-ide atau informasi apa yang ingin disampaikan kepada komunikan (sasaran).
2. Keterlibatan penyampai pesan dan penerima pesan. Di sini bisa dikatakan bahwa penyuluhan menghendaki adanya keterlibatan antara penyuluh (komunikator) dengan menerima pesan (komunikan), baik psikis maupun fisik.
3. Penambahan pengetahuan, keterampilan dan perubahan perilaku dari sasaran penyuluhan. Hasil yang diperoleh dari penerimaan informasi- informasi atau ide-ide baru adalah penambahan pengetahuan, dan keterampilan komunikan untuk mengubah dirinya kearah kehidupan yang lebih baik.
4. Dilakukan dengan sadar, tanpa paksaan/ancaman dari pihak lain. Orang mau menerima ide-ide yang disampaikan oleh penyuluh karena orang tersebut menyadari manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh bila melakukan/menerima ide-ide tersebut.

Penyuluhan pembangunan adalah proses memberikan bantuan berupa; informasi, memecahkan masalah yang dihadapi, pengambilan keputusan kepada masyarakat supaya proses peningkatan mutu masyarakat dan kualitas hidup dapat berjalan lancar. Berdasarkan definisi tersebut maka Ilmu penyuluhan pembangunan dalam perkembangannya didukung oleh berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan upaya perubahan perilaku individu seperti: ilmu pendidikan, psikologi, komunikasi, sosiologi, antropologi, manajemen, dan ilmu ekonomi. Dengan dukungan dari berbagai disiplin ilmu inilah, maka ilmu penyuluhan pembangunan tergolong kedalam ilmu yang multidisiplin.
Menurut Margono Slamet (2003; 2), Ilmu penyuluhan pembangunan selalu menitikberatkan pada berbagai upaya untuk mewujudkan perbaikan kualitas kehidupan manusia, baik secara moril maupun materiil, melalui peningkatan motivasi, keberdayaan, kepemimpinan, dan kualitas perilaku SDM (Sumberdaya Manusia). Pendekatan pembangunan menurut konsep penyuluhan pembangunan adalah pengembangan SDM (people centered development) dalam rangka pembangunan social, yaitu pendekatan pendekatan yang lebih bersifat menghargai harkat dan martabat manusia (mumanisasi), seiring dengan pembangunan ekonomi. Selanjutnya para ahli penyuluhan pembangunan diharapkan memiliki kemampuan secara konseptual memberikan alternative realistis pemecahan permasalahan social dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, melalui peningkatan kualitas perilaku masyarakat dalam meningkatkan taraf kehidupannya, pada kondisi masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang.
Ahli penyuluhan pembangunan dituntut untuk senantiasa berupaya : (1) menggali, menghimpun, mensintesakan, dan mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan bidang penyuluhan pembangunan, dan (2) menghasilkan lulusan yang berkemampuan mengembangkan dan menggunakan ilmu pengetahuan tersebut untuk merancang pengembangan kualitas perilaku masyarakat secara efektif, menumbuhkan inisiatif dan memotivasi berprestasi, berprakarsa dan inovatif dalam mengembangkan partisipasi masyarakat sehingga menjadi suatu masyarakat yang dinamis berciri masyarakat madani (civil society).
C. Karakteristik penyuluh
Beberapa catatan yang harus dimiliki seorang penyuluh:
1) Minat dan kebutuhan; artinya penyuluhan akan efektif jika selalu mengacu kepada minat dan kebutuhan masyarakat, utamanya masyarakat tani.
2) Organisasi masyarakat bawah; artinya penyuluhan akan efektif jika mampu melibatkan organisasi masyarakat bawah dari setiap keluarga petani.
3) Keragaman budaya; artinya penyuluhan harus memperhatikan adanya keragaman budaya.
4) Perubahan budaya; artinya setiap penyuluhan akan mebgakibatkan perubahan budaya.
5) Kerjasama dan partisipasi; artinya penyuluhan hanya akan efektif jika menggerakkan partisipasi masyarakat untuk selalu bekerjasama dalam melaksanakan program-program penyuluhan yang telah dicanangkan.
6) Demokrasi dalam penerapan ilmu; artinya dalam penyuluhan harus selalu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menawar setiap alternatif.
7) Belajar sambil bekerja; artinya dalam kegiatan penyuluhan pertanian harus diupayakan agar masyarakat dapat belajar sambil berbuat, atau belajar dari pengalaman tentang segala sesuatu yang ia kerjakan.
8) Penggunaan metode yang sesuai ; artinya penyuluhan harus dilakukan dengan penerapan metode yang selalu disesuaikan dengan kondisi lingkungan fisik, kemampuan ekonomi, dan nilai sosial budaya.
9) Kepemimpinan; artinya penyuluh tidak melakukan kegiatan yang hanya bertujuan untuk kepuasan sendiri, tetapi harus mampu mengembangkan kepemimpinan.
10) Spesialis yang terlatih; artinya penyuluh harus benar-benar orang yang telah mengikuti latihan khusus tentang segala sesuatu yang sesuai dengan fungsinya sebagai penyuluh.
11) Segenap keluarga; artinya penyuluh harus memperhatikan keluarga sebagai satu kesatuan dari unit sosial.
Dengan demikian, secara keseluruhan penyuluhan harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut (Setiana, 2005:5):
a) Pendidikan yang mengubah pengetahuan, sikap, dan keterampilan
b) Membantu masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri, oleh karenanya harus ada kepercayaan dari masyarakat sasaran
c) Belajar sambil melakukan sesuatu, sehingga ada keyakinan atas kebenaran terhadap apa yang diajarkan.
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa penyuluhan memiliki cakupan kegiatan sebagai berikut (Setiana, 2005:11):
1) Penyuluhan sebagai proses penyebarluasan informasi, dimana sasaran yang diharapkan masyarakat bisa memperoleh informasi seluas-luasnya tentang segala hal yang berkaitan dengan dengan usaha tani mereka, bagaimana mereka sebaiknya berusaha tani yang berna, melakukan budi daya yang tepat dan baik sehingga produktivitas meningkat.
2) Penyuluhan sebagai proses penerangan, dimana titik beratnya adalah memberikan penerangan kepada masyarakat yang tidak tahu atau belum mengetahui, terutama tentang inovasi yang perlu dikembangkan atau diterapkan di wilayah yang bersangkutan
3) Penyuluhan sebagai proses perubahan perilaku, dimana sasaran perubahan tidak sebatas penambahan pegnetanuannya saja, namun diharapkan adanya perubahan pada keterampilan sekaligus sikap mentalyang menjurus kepada tindakan atau kerja yang lebih baik, produktif dan menguntungkan.
4) Penyuluhan sebagai proses pendidikan, dimana disamping terjadi peningkatan pengetahuan, proses pendidikan mengajarkan masyarakat lebih kritis dan mampu memahami fenomena yang berkembang dalam masyarakat, sehingga apabila masyarakat akan menerapkan suatu teknologi mereka tahu benar apa, bagaimana sebaiknya sesuatu hal baru itu dilaksanakan. Proses ini diharapkan tidak mengajarkan ketergantungan, melainkan mampu mengembangkan kemandirian.
5) Penyuluhan sebagai proses rekayasa sosial, dimana terciptanya perubahan perilaku dair anggota-anggotanya, seperti yang dikehendaik demi tercapainya peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan kelaurga serta masyarakatnya. Titik beratnya adalah pandangan bahwa perubahan hanya akan terjadi apabila ada campur tangan orang lain, baik institusi pemerintah maupun non pemerintah dalam berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat tersebut, sekaligus membutuhkan partisipasi masyarakat desa untuk terlibat di dalamnya. Keikutsertaan masyarakat itu adalah dalam bentuk pernyataan atau kegiatan. Menurut para ahli, ditinjau dari rekayasa sosial, maka waktu memegang peranan penting, yang artinya inovasi yang telah dikenal lebih dulu atau lebih lama akan lebuh mudah diterima masyarakat setempat dibandingkan yang baru dikenal.












BAB III
Kesimpulan
Dari berbagai pengertian yang dikemukakan di atas, dapat ditarik suatu hal yang mendasar tentang penyuluhan pembangunan, yaitu :
1) Penyuluhan adalah proses pendidikan.
2) Proses penyuluhan adalah untuk mencapai perubahan perilaku.
3) Tujuan penyuluhan adalah meningkatkan kesejahteraan sasaran penyuluhan.
Pembangunan secara tidak langsung menyatakan kemajuan, pertumbuhan, dan perubahan. Ini menyangkut tentang eralihan budaya, negara-negara, dan masyarakat dari tingkat yang kurang maju ke tingkat sosial yang jauh lebih maju. Sama dengan industrilialisasi, modernisasi, dan urbanisasi telah digunakan untuk memperluas istilah pembangunan.
Istilah pembangunan secara kasar merupakan sinonim dari kemajuan. Dalam konteks ini, pembangunan berarti transformasi social dalam mengatur distriburi potensi social kepada semua orang seperti pendidikan, layanan kesehatan, perumahan rakyat, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan politik, dan dimensi lain dari peluang kehidupan mamusia. Saat pembangunan diartikan kemajuan yang berfokus pada transformasi psikologis dan sosial
Dalam masyarakat dan komunitas, pembangunan diartikan pertumbuhan yang melibatkan teknologi dan transformasi ekonomi. Pembangunan sebagai pertumbuhan berfokus pada prospek ekonomi. Di dalamnya termasuk transformasi struktur institusi untuk memfasilitasi kemajuan teknologi dan pergaikan dalam memproduksi dan pendistribusian pelayanan dan jasa.
Di Indonesia, kata pembangunan sudah menjadi kata kunci bagi segala hal. Secara umum, kata ini diartikan sebagai usaha untuk memajukan kehidupan masyarakat dan warganya. Seringkali, kemajuan yang dimaksud terutama adalah kemajuan material. Maka, pembangunan seringkali diartikan sebagai kemajuan yang dicapai oleh sebuah masyarakat di bidang ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Hafsah, Mohammad Jafar. 2009. Penyuluhan Pertanian di Era Otonomi Daerah. Jakarta: PT Pustaka Sinar Harapan.

Soetrisno, Loekman. 2002. Paradigma Baru Pembangunan Pertanian. Yogyakarta: KANISIUS.

Sekretariat Negara R.I. 2006. Undang-undang No. 16 Tahun 2006 Tentang Sistem.

Leeuwis, Cees. 2004. Communication for Rural Innovation, Rethinking Agricultural Extension. Oxford : Blackwell Publishing

Entang Sastraatmadja, 1993. Penyuluhan Pertanian Falsafah dan Strategi. Bandung: Penerbit Alumni.

Padmanagara, Salmon. 2005. Penyuluhan Pertanian Sebagai Ujung Tombak Menuju Pertanian Tangguh. Lembang: Departemen Pertanian Balai Informasi Pertanian.

Setiana, Lucie. 2005. Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Herdiastuti (Pent). Judul Asli : Agricultural Extention (Second Edition). Yogyakarta: Kanisius.
Yustina, Ida dan Sudrajat, Adjat (Penyt.), 2003, Membentuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan : Didedikasikan Kepada Prof. Dr. H.R. Margono Slamet, IPB Press : Bogor

http://www.lombokcommunity.blogspot.com/

Setiana, Lucie. 2005. Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bogor: Ghalia Indonesia.

No comments:

Post a Comment